Judul: Temui Aku di Masjid Al-Muhajirin
PENULIS: Irwan Sumarsono
Bagaimana jika cinta menuntutmu masuk ke ruang yang tak pernah kamu yakini sebagai milikmu?
Abdi mencintai Widi dengan cara yang sederhana, jujur, manusiawi, dan apa adanya. Namun cinta itu harus diuji di sebuah majelis taklim, ruang dengan standar kesalehan yang terasa asing baginya. Di sana, Abdi bukan siapa-siapa, bukan jamaah lama, bukan santri, dan bukan sosok yang mudah dinilai layak.
Di antara rindu yang tak terucap, ketakutan akan kalah sebelum bertanding, dan keberanian untuk tetap melangkah, Abdi dihadapkan pada pilihan paling sunyi dalam hidupnya, menyerah demi harga diri, atau datang demi membuktikan kesungguhan.
Novel ini menyuguhkan kisah cinta yang tak hanya berhadapan dengan perasaan, tetapi juga dengan sistem, tradisi, dan cara orang menilai iman. Sebuah cerita tentang lelaki yang memilih hadir sebagai dirinya sendiri, meski sadar ia mungkin tak akan menang, dan tentang cinta yang akhirnya menemukan jalannya sendiri.
Kadang, cinta tidak meminta kita menjadi lebih suci. Ia hanya meminta kita untuk berani.